Udine – AC Milan saat ini sedang dalam kondisi yang tidak berkesaan dalam dua pertandingan terakhirnya di Seri A kita bisa melihat itu. Kendati seperti itu, Udinese tidak mau meremehkan dan tetap menganggap Rossonerri tetap seekor singa meskipun tengah terluka.

Posisi klub Milan ada sedikit mengalami keterpurukan dalam peringkat ke 17 setelah bermain imbang 2-2 dengan Lazio dan kalah 1-3 dari Napoli akhir pekan lalu. Meski ada predikat sebagai juara bertahan tetapi ini bukanlah gaya Milan.

Apalagi Milan kini tengah dilanda badai cedera pemainnya dan harus melawan Udinese di San Siro, Kamis (23/9) dinihari WIB. Il Zebrette justru membuat langkah awal baik dengan meraup poin sempurna alias selalu menang.

Maka misi Milan untuk bangkit tak akan mudah sebab Udinese bukan tim yang mudah dikalahkan dan musim lalu mereka sukses mengimbangi Milan dengan skor 4-4.

Tapi bagi pelatih Francesco Guidolin, Milan tetaplah Milan dengan segudang prestasi dan pengalaman adalah tim yang mampu bangkit dari keterpurukannya. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, Milan masih di atas Udinese.

“Sangat sulit saat ini keadaannya untuk Milan usai hasil di dua laga. Jadi kami yakin mereka akan sangat konsentrasi dan bangkit usai kekalahan dari Napoli,” tutur Guidolin di Football Italia.

“Kami mengharapkan mereka akan bereaksi dengan kebanggaan, kelas, temperamen dan semangat sebuah klub top. Kami akan melawan singa yang terluka, di mana mendominasi di Naples selama 20 menit awal,” sambungnya.

Maka itu Guidolin meminta anak asuhnya tetap menginjak bumi dan tampil tanpa beban agar bisa meraih tiga poin lagi. Jika mampu mengatasi Milan, maka ini akan jadi kemenangan keempat beruntun Il Zebrette di seluruh kompetisi.

“Bagi kami, kami harus bisa mengandalkan setiap amunisi yang kami dapat. Saya ingin melihat semangat pengorbanan dari setiap pemain, memperhatikan setiap detil kecil. Kami masih dalam proses bekerja dan belum mengenal seluruh pemain dengan baik. Terlalu cepat untuk menilai tim ini. Saya hanya ingin mendapat 40 poin secepat mungkin,” urai Guidolin.

“Saya ingin tim mendengar pesan saya; ‘Tetap menjejak bumi dan pergi ke San Siro dengan kerendahan hati.’ Lalu kami akan meresponnya di atas lapangan,” tuntasnya.

Comments are closed.