Jakarta – Chelsea seoerti mendapat hadangan jalan dari para suporternya sendiri. Di karenakan oleh kenaikan harga tiket pertandingan kandang mereka di Liga Champions musim ini direaksi tidak baik oleh fans dalam bentuk boikot.

Di musim ini karcis pertandingan Chelsea di Stamford Bridge di Eropa naik 33 persen. Di laga pertama mereka melawan Bayer Leverkusen kemarin, tiket termurah untuk penonton dewasa adalah 40 poundsterling atau Rp 500 ribu lebih.

Akibatnya, pertandingan yang dimenangi tuan rumah dengan skor 2-0 itu hanya disaksikan tak lebih dari 34 ribu suporter.

Sebagai bentuk protes atas kenaikan tersebut, kelompok suporter Chelsea mencetuskan gagasan tidak meramaikan stadion pada pertandingan-pertandingan kandang berikutnya, yang terdekat adalah melawan klub Belgia, Genk, bulan depan.

“Satu-satunya cara mengirimkan sebuah pesan kepada klub adalah dengan menurunkan jumlah penonton di pertandingan melawan Genk,” cetus wakil presiden kelompok suporter Chelsea, Michelle Shaw, dikutip Telegraph.

Di tahun 2007 Chelsea juga sempat “ditinggalkan” suporternya yang merasa keberatan dengan kenaikan harga tiket pertandingan liga Champions. Kala itu termurahnya 48 pounds. Pihak klub lalu memotong setengahnya, dan jumlah penonton naik lagi.

Comments are closed.