Agen SBOBET – Bila saja pemain yang bernama Blerim Dzemaili berhasil untuk melahirkan sebuah gol penyama skor di dalam akhir babak tambahan yang kedua, maka laga antara tim nasional Argentina berhadapan dengan timnas Swiss di dalam babak 16 besar bakal diteruskan pada sebuah drama adu penalty. Akan tetapi, sayangnya memang tidak demikian. Si pemain pun juga telah mengaku bahwa dirinya tidak melihat datangnya si kulit bundar.

Dzemaili Berikan Alibi Dalam Kans Terakhir Swiss Setelah kebobolan pada menit 118 laga itu, tim nasional Swiss sendiri pun juga memang memberikan sebuah respon dengan bermain lebih agresif untuk bisa mencari sebuah gol penyama skor. Tekanan demi tekanan pun juga diberikan oleh pemain yang bernama Xherdan Shaqiri cs guna dapat membongkar baris pertahanan Argentina.

Kans yang sangat manis yang ditunggu pun juga pada akhirnya hadir. Bermula dari sebuah eksekusi tembakan pojok. Bola yang datang untuk menghampiri dan juga jatuh tepat pada kepala pemain yang memperkuat salah satu skuad raksasa Serie A Italia yaitu Napoli. Namun sayangnya sundulan itu pun juga hanya di bibir jala Romero masih membentur tiang.

Akan tetapi, kans tidak hanya sampai disana saja. bola benturan tiang gawang mengarah pada kaki Dzemaili yang baru mendarat. Bola itu pun juga lalu memantul pada arah jala, namun sayang arah bola itu masih melebar pada sisi jala Argentina. Kekalahan pun juga tidak bisa dihindarkan lagi. Di dalam sebuah sesi wawancara dengan pihak Sky Sports beberapa waktu yang lalu, ia mengaku tak melihat bola itu datang pada kakinya.

Agen Bola Terpercaya – Komentar yang terakhir dari si pemain itu pun juga menyinggung kans yang didapatkan oleh Josip Drmic di dalam paruh yang pertama. Kala itu, penyerang yang berumur 21 tahun itu hanya tinggal menipu Sergio Romero saja yang terlihat ragu untuk keluar dari sarangnya. Namun sayang tembakan dari Drmic itu tepat pada pelukan Romero. Sementara itu, si pemain sendiri pun juga hanya memberikan sebuah komentar yang pendek berkaitan dengan kans yang ia miliki itu.

Comments are closed.